Abon sering kali menjadi pilihan praktis bagi orang tua yang enggan memasak, namun apakah aman diberikan kepada bayi di bawah usia 1 tahun?
Abon, makanan olahan yang dikenal luas, biasanya dibuat dari daging ayam atau sapi yang melalui beberapa tahap pengolahan. Daging direbus, diiris, diberi bumbu, digoreng, dan dipres hingga menjadi abon yang mudah dibuat dan enak.
Abon untuk Bayi di Bawah 1 Tahun
Menurut Dr. Wiyarni Pambudi, SpA, IBCLC, abon sering digunakan sebagai taburan pada makanan pendamping ASI (MPASI) anak. Meski demikian, abon saja tidak mencukupi kebutuhan kalori harian anak.
"Yang perlu dipahami, kebutuhan protein hewani untuk bayi usia 6-23 bulan akan terpenuhi jika komposisi protein pada MPASI sekitar 10-15 persen dari total kalori," ungkap dr. Wiyarni kepada HaiBunda.
"Kalori yang dibutuhkan bayi bertambah seiring usianya, sehingga kecukupan zat gizi termasuk sumber protein wajib diperhatikan proporsinya dalam MPASI," tambahnya.
Pemberian abon pada MPASI anak diperbolehkan jika pengolahannya mengikuti standar keamanan makanan. Abon juga dapat diberikan sebagai cara mengenalkan rasa dan tekstur kepada anak.
"Kalau ditanya, bolehkah abon diberikan untuk bayi di bawah 1 tahun? Asal proses pengolahannya mengikuti standar food safety, silakan dicobakan hanya sebatas perkenalan rasa dan tekstur," jelasnya.
Dr. Wiyarni juga menyarankan agar orang tua memperkaya asupan protein anak dengan berbagai pilihan, mulai dari daging hingga telur, untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.
"Tapi kembali lagi pada prinsip kecukupan gizi, rasanya agak sulit mengharapkan MPASI berlauk abon saja akan bisa mencukupi kebutuhan protein untuk tumbuh kembang bayi. Negeri kita sangat kaya, banyak pilihan sumber protein seperti daging, hati, ikan, seafood, telur, dan lain-lain yang bisa diberikan bervariasi," tuturnya.
Takaran Protein Hewani untuk Anak Sesuai Usia
Mengutip buku "Mommyclopedia: 78 Resep MPASI" oleh dr Meta Hanindita, Sp.A, berikut adalah takaran protein hewani yang sesuai dengan usia anak:
1. Usia 6-8 bulan
Bayi membutuhkan tambahan energi sebanyak 200 kilokalori dari MPASI, dengan komposisi protein 10-15 persen dari 200 kkal (20-30 kkal/hari), yang dapat dipenuhi dari:
30-45 gram daging ayam
20-30 gram hati ayam
30-45 gram daging ikan
25-40 gram udang basah
1 butir telur ayam
2. Usia 9-11 bulan
Bayi membutuhkan tambahan energi sebanyak 300 kilokalori dari MPASI, dengan komposisi protein 30-45 kkal/hari, yang dapat dipenuhi dari:
45-60 gram daging ayam
35-50 gram hati ayam
45-60 gram daging ikan
37,5-55 gram udang basah
1-1,5 butir telur ayam
3. Usia 12-23 bulan
Bayi membutuhkan tambahan energi sebanyak 550 kilokalori dari MPASI, dengan komposisi protein 55-82,5 kkal/hari, yang dapat dipenuhi dari:
80-120 gram daging ayam
60-90 gram hati ayam
80-120 gram daging ikan
70-100 gram udang basah
2-3 butir telur ayam
Semoga bermanfaat!
Ilustrasi Abon (Foto: Tyas Indayanti/Getty Images/iStock)